judi online
 

Home / Berita Bola / Berandai Real Madrid Menang Liga Champions Tiga Kali, Zidane Tetap Sebagai Manajer ?

 

Berandai Real Madrid Menang Liga Champions Tiga Kali, Zidane Tetap Sebagai Manajer ?

Bukan hanya pemain Real Madrid saja yang akan tampil habis-habisan, nampaknya Zinedine Zidane akan bermain total, bahkan bisa jadi tugas terakhir untuk mengantarkan kemenangan ketiga Liga Champoins pada Los Blancos.

Sebuah prestasi besar jika seorang manajer berhasil mencetak rekor tersebut, karena akan ada banyak sekali perubahan. Mulai dari tur museum, patung penghormatan hingga perbaikan kontrak manajer. Namun banyak yang memperdiksi jika pertandingan final Liga Champions di Kiev akan jadi tugas terakhir untuk Zidane.

Hal ini jika dilihat dari beberapa pengalaman lalu, pasalnya Real Madrid bukan klub Eropa biasa, ada banyak tuntutan dan harus diberikan setiap manajer. Bahkan jika tidak memuaskan, bersiaplah dengan opsi pemecatan yang akan datang tanpa kejelasan pasti.

Ini sudah terjadi pada dua manajer sebelumnya, bahkan eksekutor langsung sang presiden El Real, Florentino Perez. Kasus pertama terjadi pada 2003 lalu, Vicente del Bosque masih menjabat sebagai menajer dan berhasil memberikan trofi La Liga.

Namun apa yang terjadi beberapa hari kemudian, bukan pesta celebrasi melainkan pemecatan. Perez berdalih, jika Des Bosque kelelahan dan sebaiknya menyelesaikan kontraknya.

Hal ini juga terjadi pada manajer yang memberikan gelar Eropa ke-10 untuk Real Madrid, Carlo Ancelotti. Lagi-lagi alasan kurang logis dikeluarkan oleh Perez, dirinya merasa jika Los Blancos membutuhkan dorongan dan semangat baru.

Nampaknya Perez juga akan melakukan hal ini pada Zidane, bukan karena melihat prestasinya pada Liga Champions, dimana dalam lima tahun terakhir berhasil hingga posisi final. Namun karena performa El Real memburuk di La Liga.

Jika melihat kemungkinan yang terjadi di laga final Liga Champions, Zidane memang punya peluang lebih besar untuk membawa kemenangan dari pada Klopp bersama Liverpool. Namun ini bukan jaminan, tetapi banyak pihak melihat pemecatan Zidane sebagai tindakan aneh dan memalukan.

Bagaimana tidak, Madrid sedang mencapai puncaknya. Musim ini bermain dalam 148 pertandingan, dimana berhasil memenangkan lebih dari 100 pertandingan, tepatnya 103 laga karena hanya mengalami 16 kekalahan.

Melihat treck record prestasi bola, berhasil mencetak 390 gol dan hanya menderita kebobolan kurang dari separuhnya, 159 gol kebobolan di gawang Real Madrid. Bahkan ini membuat rata-rata dalam setiap pertandingan mendapatkan kemenangan dengan skor 3-1.

Trofi kemenangan juga tidak kalah melimpah, jadi tim pertama dengan gelar La Liga, Piala EUFA, Piala Antarklub dan Supercopa. Bahkan kini akan mendapatkan trofi Liga Champions tiga kali berturut turut, jika menang dari Liverpool.

Nampaknya posisi Zidane tetap tidak aman selama Perez tetap berkuasa, sang bos Real Madrid tersebut akan melakukan berbagai macam cara untuk memecat manajer yang dianggapkan kurang memuaskan. Entah siapa lagi yang nantinya akan berada di kursi manajer, jika Perez tetap memberikan opsi pemecatan di akhir musim.

 

About the author: admin

 

 

Recent posts in Berita Bola